Rabu, 21 Juli 2010

MASA KEEMASAN ISLAM MASA KEEMASAN BUKU

MASA KEEMASAN ISLAM
MASA KEEMASAN BUKU
(Bagian pertama dari dua tulisan)


Oleh Abdul Hadi W. M.


Harun al-Rasyid (786-813 M) adalah tokoh yang masyhur dalam sejarah Islam. Namanya sebagai khalifah Bani Abbasiyah yang paling terkemuka diabadikan dalam cerita-cerita yang terhimpun dalam Alf Layla wa Layla (Kisah Seribu Satu Malam) Dalam kisah yang masyhur di seluruh dunia itu khalifah al-Rasyid ditampilkan sebagai kepala negara yang adil dan pemurah, serta dekat dengan rakyat. Untuk mengetahui keadaan rakyat yang sebenarnya, tidak jarang dia menyamar sebagai orang biasa pada malam hari dan kemudian menyelidiki keadaan rakyat dari dekat.
Istananya yang megah di tepi Sungai Dajlah atau Tigris tidak hanya ramai dikunjungi para menteri dan tamu-tamu kehormatan, tetapi juga sering menjadi tempat pertemuan keluarga istana dengan para cendekiawan, ulama, penyair, filosof dan seniman. Dalam sejarah, Harun al-Rasyid memang dikenal sebagai pencinta ilmu pengetahuan, sastra dan filsafat, serta pelindung besar perkembangan seni dan penerbitan buku. Begitu pula putranya khalifah al-Makmun (813-847 M). Pada zaman pemerintahan dua sultan inilah dunia penulisan dan penerjemahan buku berkembang pesat, menjadikan Baghdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban terbesar di dunia selama beberapa abad.

Sabtu, 17 Juli 2010

Muller: Satu Dekade Lagi Untuk Muenchen

Setelah meraih gelar sepatu emas dan pemain muda terbaik pada Piala Dunia 2010. Gelandang serang Jerman dan Bayern Muenchen, Thomas Muller, pun menjadi incaran sejumlah klub-klub raksasa Eropa. Namun, Muller menyatakan sumpah setianya pada The Bavarians.

"Hal yang paling penting untuk saat ini adalah melanjutkan karier saya di Bayern Muenchen dan berusaha untuk mendapatkan tempat di tim utama. Jika saya mempu tampil baik, maka Bayern pun akan tampil baik pula. Jadi, saya tidak akan menghabiskan waktu saya dengan masalah transfer," kata Muller seperti dilansir harian terbitan Jerman, Bild, edisi Kamis (15/7).

Selasa, 13 Juli 2010

Kisah Perang Para Malaikat

Hidayatullah.com--Pada bulan Shafar, awal bulan ke-12 sejak hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam (Saw) ke Madinah, untuk pertama kalinya Rasulullah Saw keluar dengan tujuan berperang. Peperangan ini dikenal dengan sebutan Perang Widan. Inilah permulaan disyariatkannya sebuah peperangan dalam Islam.

Perang ini bertujuan memerangi kaum Quraisy dan Bani Hamzah. Sayangnya, meski persiapan sudah matang, peperangan tak sempat berkecamuk. Sebab, Bani Hamzah menawarkan perdamaian. Rasulullah Saw bersama para sahabat kemudian kembali ke Madinah.

Selang beberapa saat, Rasulullah Saw mendengar berita kedatangan kafilah kaum Quraisy di bawah pimpinan Abu Sufyan bin Harb dari Syam. Kafilah ini menuju Mekah.

Minggu, 11 Juli 2010

Sejarah Ketentaraan dalam Dunia Islam

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Organisasi dan taktik militer menjadi sebuah kekuatan. Pemerintahan pada masa Abbasiyah, memiliki kekuatan itu sebagai penopang eksistensi mereka. Tentunya, selain pencapaian ilmu pengetahuan di berbagai bidang yang melahirkan decak kagum, organisasi dan taktik militer yang saat itu dikembangkan diakui efektivitasnya oleh pihak lain.

Buku Art of War, yang ditulis seorang sarjana bernama Charles Oman, mengungkapkan, dua hal yang membuat orang-orang Islam yang dipanggil dengan sebutan Saracen pada abad ke-10 menjadi musuh berbahaya, adalah jumlah dan kekuatan mesin perang luar biasa. Pengakuan atas kekuatan militer itu, terungkap pula dalam sebuah naskah tentang taktik militer yang dikaitkan pada Raja Leo VI. Ia berkuasa pada 886 hingga 912 Masehi. Menurut dia, dari semua bangsa atau berber, orang-orang Islam adalah yang paling baik dan paling hebat dalam taktik militernya.

Abdurrahman Ambo Dalle: Mahaguru Bugis

Kemunduran umat Islam Indonesia yang kita lihat dan alami saat ini tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh para pemimpin dan tokoh-tokoh Islam yang kurang memerhatikan metode pendidikan dan seni dakwah serta tidak menggunakan senjata berupa sumber daya manusia dan dakwah sebagaimana seharusnya. Dengan kata lain, umat membutuhkan keteladanan dan ulama serta pemimpin bangsa.

Dalam bukunya yang berjudul Anregurutta Ambo Dalle: Mahaguru dari Bumi Bugis, HM Nasruddin Anshoriy Ch mengungkapkan, sangat sedikit para pemimpin dan tokoh Islam saat ini yang mampu melakukan kerja keras di bidang pendidikan, menebarkan kasih sayang kepada segenap umat dengan jalan silaturahim, serta berjihad dengan indah melalui jalan dakwah untuk mengajak masyarakat ke jalan benar, lurus, dan lempang sebagaimana yang telah dilakukan sosok mahaguru dari bumi Bugis bernama Abdurrahman Ambo Dalle.